"Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdata," tegasnya.

Karena itu, pemerintah mendorong perluasan Agen Perlinsos melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Gerakan ini mengajak institusi pemerintah dan masyarakat untuk gotong royong membantu warga terdekat melakukan registrasi ulang bansos.

"Kami di bawah arahan Pak Luhut, membuat satu Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dimulai dari yang dekat. Yang dekat tidak boleh terlewat," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan jika setiap agen rata-rata membantu mendaftarkan 30 keluarga, maka dibutuhkan sekitar 2,4 juta agen untuk menjangkau target 48 juta keluarga. Jumlah tersebut hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan jumlah agen yang tersedia saat ini.

"Jadi kuncinya satu, perluasan Agen Perlinsos," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pendaftaran Perlinsos Digital.

"Target kita 48 juta keluarga harus terdaftar. Ini menjangkau 50 persen populasi nasional. Jadi, (target) kita sekarang pengen dapat 500 ribu keluarga per hari (terdaftar)," jelasnya.

Luhut mengajak semua elemen untuk bekerja sama dan gotong royong guna menyukseskan Perlinsos Digital.