NADIKABAR.COM β Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat meninjau Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, mengatakan pembangunan tersebut diarahkan agar setiap kabupaten/kota memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat dengan fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
βJadi sekurang-kurangnya dalam 3 tahun, 4 tahun ke depan, ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa,β katan Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos menyebutkan saat ini lebih dari 44.000 siswa mengikuti pendidikan di 182 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan 93 titik diantaranya telah menggunakan gedung permanen.
Menurut dia, pembangunan gedung permanen membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama penyediaan lahan seluas tujuh hingga delapan hektare untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar dan fasilitas penunjang siswa.
Mensos menjelaskan Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kelompok Desil 1-2 berdasarkan kriteria administratif, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah atau mengalami putus sekolah.
βKarena siswa Sekolah Rakyat memiliki berbagai latar belakang dengan kebiasaan yang juga berbeda-beda,β ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Ia mengatakan proses pembelajaran diawali dengan matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan siswa, sekaligus memadukan pendekatan pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Selain memberikan akses pendidikan, pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan keluarga siswa melalui bantuan perbaikan rumah dan penguatan kapasitas ekonomi agar orang tua dapat menjadi lebih mandiri.
βPer hari ini ada 7.000 lebih sudah orang tua siswa yang rumahnya dibantu untuk lebih layak huni dan yang kedua lebih dari 160.000 keluarga yang diberdayakan lewat program di Kementerian Sosial,β kata Mensos Saifullah Yusuf.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan teknologi pembelajaran melalui pengadaan laptop untuk siswa dan guru serta penggunaan papan tulis digital atau smartboard di ruang kelas.
Pada tahun ajaran 2025 lebih dari 15.000 laptop telah dibagikan, dengan tambahan sekitar 30.000 unit direncanakan pada 2026.