Agung mengatakan perluasan ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri kesehatan hewan nasional sekaligus membuka akses pasar baru bagi produk dalam negeri.
Menurut dia, mayoritas produksi Vaksindo merupakan vaksin unggas, termasuk untuk penyakit avian influenza (AI), ND, dan IB. Indonesia saat ini juga telah mampu memenuhi kebutuhan vaksin AI dan ND dari produksi dalam negeri sehingga kapasitas produksi dapat diarahkan untuk mendukung pasar ekspor.
Ia mengatakan peluang perluasan pasar ekspor masih terbuka ke sejumlah negara lain. Namun, proses masuknya produk vaksin ke negara tujuan memerlukan pengajuan dokumen, evaluasi, hingga audit fasilitas produksi sesuai dengan persyaratan masing-masing negara.