Sebelum memasuki pasar Afrika, produk vaksin dan obat hewan produksi Vaksindo telah diekspor ke lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Agung menyebutkan Vaksindo saat ini telah mengekspor produknya ke 29 negara dan memproyeksikan nilai ekspor mencapai 26 juta dolar AS pada 2026. Ekspor perdana ke Afrika menjadi salah satu upaya untuk mencapai target tersebut.

Pemerintah juga menilai peningkatan ekspor obat hewan mencerminkan perkembangan kapasitas industri kesehatan hewan nasional. Nilai ekspor obat hewan Indonesia disebut meningkat sekitar 22 persen setiap tahun, sementara produk vaksin Indonesia secara keseluruhan telah menjangkau 95 negara.