"Hilirisasi itu bukan hanya soal mengolah hasil panen menjadi produk yang bisa dijual, tetapi juga bagaimana kita membuka peluang usaha, menambah penghasilan keluarga, dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Apa yang dilakukan ibu-ibu di KWT Sasak Maiq menunjukkan bahwa bagian tanaman yang selama ini mungkin dianggap tidak bernilai ternyata bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan kreativitas, kemauan belajar, dan pendampingan yang tepat," ujar Freddy dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, pengembangan usaha hortikultura perlu didukung dengan pemanfaatan sarana produksi secara optimal, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, serta penguatan akses pemasaran. Dengan demikian, bantuan pemerintah dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan mendorong tumbuhnya usaha kelompok yang mandiri.

Salah satu produk unggulan KWT Sasak Maiq adalah keripik pelepah pisang. Berdasarkan keterangan pengelola kelompok, produksi rata-rata mencapai delapan pelepah per hari. Setiap pelepah menghasilkan sekitar 30 kemasan dengan berat masing-masing 100 gram.

Dengan capaian tersebut, kelompok mampu menghasilkan sekitar 240 kemasan atau setara 24 kilogram keripik pelepah pisang per hari. Angka ini menunjukkan potensi pemanfaatan bagian tanaman pisang yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Dari sisi pemasaran, bahan baku satu gedebong pisang diperoleh dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp20.000. Sementara itu, produk olahan dipasarkan melalui reseller dan toko oleh-oleh dengan harga sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kemasan.

Perbedaan harga bahan baku dan produk akhir tersebut memperlihatkan adanya peluang penciptaan nilai tambah melalui proses pengolahan. Meski demikian, besaran keuntungan usaha tetap perlu memperhitungkan biaya tenaga kerja, bahan pendukung, energi, pengemasan, distribusi, dan biaya operasional lainnya.

Sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan yang difasilitasi pada 2024 masih dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan produksi kelompok. Keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini menjadi aspek penting dalam memastikan bantuan pemerintah mendukung peningkatan kapasitas usaha, bukan sekadar penyediaan peralatan.=