Melalui program tersebut, tanaman tebu lama yang produktivitasnya menurun diganti dengan tanaman baru yang diharapkan memiliki potensi hasil lebih tinggi, sekaligus meningkatkan produksi tebu dan rendemen gula.

Heru berharap kolaborasi pemerintah, SGN, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat peremajaan tanaman serta memperkuat kapasitas produksi perkebunan tebu di Klaten.

"Melalui program bongkar ratoon, kita dorong peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, serta penguatan peran petani. Kami berharap sinergi antara pemerintah, SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten," ujarnya.