Selain mengoptimalkan waktu tanam, Saleh mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada kesiapan sarana pengairan untuk mengantisipasi gangguan terhadap lahan pertanian ketika memasuki musim hujan.
"Kami akan melakukan intervensi pompa untuk mengantisipasi sawah yang banjir," ucapnya.
Ia menuturkan kesiapan pompa dan langkah pencegahan gagal panen turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto ketika menanyakan kesiapan Kementan menghadapi musim hujan.
Meski demikian, Saleh belum merinci target tambahan luas tanam nasional untuk periode November 2026 hingga Maret 2027, maupun jumlah pompa yang disiapkan khusus bagi Lampung dan Sumatera Selatan.
Kementan sebelumnya menetapkan target luas tanam padi nasional sepanjang 2026 sebesar 16,86 juta hektare, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 229 Tahun 2026.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 27 Oktober melaporkan indeks Nino 3.4 periode AgustusβOktober 2026 mencapai positif 3,05 derajat Celsius, yang menunjukkan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
BMKG juga mencatat 1.707 titik pengamatan mengalami hari tanpa hujan berkategori ekstrem panjang, sehingga penyesuaian kalender tanam dan pengelolaan air menjadi penting untuk mengantisipasi gangguan produksi pangan.
Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, BMKG memperkirakan awal musim hujan di 529 zona musim atau 61,08 persen luas wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normalnya.