Terkait luas tambah tanam, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung mencatat realisasi luas tambah tanam padi di Lampung selama JanuariβJuli 2026 mencapai 439.660 hektare atau 78,59 persen dari target 559.403 hektare.
Untuk mempercepat penanaman, BRMP Lampung pada Oktober memperkuat koordinasi pencapaian target luas tambah tanam 2.500 hektare di Kota Metro, dengan dukungan pengaturan pembagian air pada lahan seluas 2.930 hektare.
Perkembangan pada 29 Oktober menunjukkan BRMP Lampung juga mendampingi program pertanian modern di Kota Metro melalui Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS), dengan sasaran penerapan seluas 341 hektare.
Di Sumatera Selatan, BRMP mencatat realisasi luas tambah tanam Kabupaten Musi Rawas Utara pada September 2026 mencapai 15 hektare dari target 342 hektare akibat kendala kemarau panjang.
Memasuki akhir September, petani di wilayah tersebut mulai kembali melakukan penyemaian dan pengolahan lahan, dengan pendampingan penyuluh untuk menyesuaikan kegiatan tanam terhadap ketersediaan air.
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, BRMP pada awal Oktober melaporkan realisasi penanaman pada lahan penerima bantuan benih reguler mencapai 205 hektare dari total 228 hektare, sedangkan lahan optimasi mencapai 122 hektare dari 140 hektare.
BRMP Sumatera Selatan juga mencatat pembangunan irigasi perpompaan pada salah satu kelompok tani di daerah tersebut telah mencapai sekitar 80 persen untuk mendukung ketersediaan air dan peningkatan indeks pertanaman.
Melalui percepatan tanam yang disesuaikan dengan kondisi iklim serta kesiapan sarana pengairan, Kementan berupaya menjaga kesinambungan produksi padi sekaligus mengurangi risiko gangguan panen pada musim berikutnya.