Van Basten menambahkan, untuk klaster durian, identifikasi kebutuhan varietas di lapangan telah dilakukan dengan total luasan sekitar 310 hektare.

Ia mengungkapkan penyediaan benih varietas MK Hortimart/Musangking seluas 74,2 hektare siap dilaksanakan pada tiga kelompok tani. Selain itu, benih varietas Oche Banyuwangi atau duri hitam seluas 31,78 hektare siap dilaksanakan pada dua kelompok tani.

Sementara kebutuhan benih varietas Otong seluas 204,94 hektare masih belum dapat dilaksanakan karena menunggu kesiapan benih dari penangkar.

Dari sisi sarana produksi, Van Basten mengatakan pengadaan telah memasuki tahap kontrak dan dijadwalkan dropping pada November 2026. Sementara itu, pengadaan benih MK Hortimart dan Oche Banyuwangi masih dalam tahap persiapan pengadaan.

Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu juga menegaskan ketersediaan benih menjadi faktor penting dalam memastikan target pengembangan klaster durian dapat berjalan sesuai rencana.

"Identifikasi kebutuhan sudah dilakukan. Sekarang yang harus kita kawal adalah ketersediaan varietas sesuai kebutuhan petani. Untuk varietas yang masih menunggu penangkar, koordinasi harus dipercepat agar tidak menghambat pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

Klinik PHT dan Soil Microbiology Disiapkan

Selain klaster buah, Kementan juga menyiapkan dukungan melalui penyediaan Klinik PHT dan Soil Microbiology. Saat ini, proses masih berada pada tahap penyiapan dokumen meliputi RUKK, RAB, DED, pembukaan rekening, spesifikasi teknis, surat pernyataan komitmen penerima bantuan, surat kesepakatan status tanah, surat pernyataan dukungan kegiatan, serta dokumen safeguard.