NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pendampingan peternak babi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), melalui pemeriksaan kesehatan ternak, edukasi biosekuriti, dan pencegahan penyakit untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

"Upaya ini dilakukan untuk membantu peternak menjaga kesehatan ternak sekaligus memastikan usaha peternakan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Hendra Wibawa saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Pendampingan dilakukan melalui koordinasi antara petugas kesehatan hewan, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemerintah daerah, dan Balai Besar Veteriner (BBV) Maros.

Kegiatan meliputi verifikasi lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel, edukasi kepada peternak, serta pembersihan dan desinfeksi kandang sesuai kebutuhan.

Hendra mengatakan pendampingan kepada peternak menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak dan mendorong penerapan praktik pemeliharaan yang lebih baik.

β€œSetiap ternak sangat berarti bagi peternak. Karena itu, ketika ada laporan kematian, tugas kami bukan hanya memastikan penyebabnya, tetapi juga mendampingi peternak agar ternak yang masih sehat terlindungi dan kejadian serupa dapat dicegah,” ujar Hendra.

Biosekuriti dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, katanya menjelaskan.

Peternak dapat menjaga kebersihan kandang, membersihkan dan melakukan disinfeksi peralatan, membatasi keluar masuk orang dan kendaraan, serta memisahkan ternak baru sebelum ditempatkan dikandang yang sama dengan ternak yang sudah ada.