Ia menjelaskan produktivitas padi selama ini yakni sejak tahun 2010 stagnan dengan rata-rata 5 ton per hektare. Dengan penggunaan teknologi pertanian di PM-AAS produksi tersebut jadi upaya agar bisa meningkat cadangan beras dan produktivitas.

"PM-AAS sudah dicoba di beberapa provinsi, memang rata-ratanya semua produksi di atas 10 ton. Kemarin di Lampung Tengah ada yang 12 ton, ada yang 11 ton, ada yang 10 ton, rata-ratanya 11 ton, ini akan diperluas kembali," tambahnya.