Idha mengatakan lahan yang telah disiapkan untuk kegiatan tanam di Kabupaten Kuningan mencapai 20 hektare, sementara target gerakan tanam pada hari pelaksanaan sebanyak 3.000 hektare secara nasional.

Ia menjelaskan percepatan tanam diarahkan untuk mengoptimalkan lahan cetak sawah rakyat, yang sebagian konstruksinya telah selesai melalui operasionalisasi Brigadir Pangan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut dia, perlu menyesuaikan karakteristik wilayah karena kondisi lahan di setiap daerah berbeda, terutama dari sisi bentang alam dan agroekosistem.

"Penyesuaian terkait dengan alsintan yang digunakan ini juga akan dilakukan tentu saja dengan melihat kondisi agroekosistem yang ada," katanya.

Ia mencontohkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada lahan datar dan hamparan luas lebih mudah, dibandingkan wilayah berbukit atau memiliki kemiringan seperti sebagian kawasan Kuningan.