Selain mempercepat penanaman, kata dia, gerakan tersebut diharapkan dapat mengatur distribusi waktu panen agar produksi padi tersedia lebih merata sepanjang tahun.

Idha menjelaskan pola tanam yang berlangsung menghasilkan panen secara berkala sekitar tiga bulan kemudian, sehingga tidak terjadi penumpukan produksi pada periode tertentu.

"Kami menghindari kondisi-kondisi di mana terjadinya panen puncak yang kemudian akan membuat harga turun atau kemudian juga saat paceklik yang akan membuat harga naik," ujarnya.

Sebelumnya, BPPSDMP telah mengantisipasi potensi kekeringan dengan mempelajari informasi BMKG serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan.

"Data-data yang disampaikan oleh BMKG misalnya kita pelajari, kita sudah lakukan antisipasi," ucap dia.