Penghargaan itu diberikan atas kepemimpinan Bahlil dalam mendorong hilirisasi agar tidak berhenti pada komoditas setengah jadi. Hilirisasi diarahkan berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang terhubung dengan transisi energi.
Bahlil juga mengarahkan koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat proyek strategis. Salah satunya 11 proyek hilirisasi senilai sekitar Rp180 triliun yang diluncurkan pada Oktober 2026.
"Arahan Bapak Menteri jelas: hilirisasi tidak boleh berhenti di produk setengah jadi, tetapi harus menghasilkan industri bernilai tambah tinggi yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian energi," kata Dwi.
Sementara itu, SKK Migas meraih kategori Excellence in Upstream Oil and Gas Project Acceleration. Penghargaan diserahkan Direktur NadiKabar.com, Desi Anwar, dan diterima langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.