Fadli mengapresiasi upaya Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) membawa aksara Bali, Jawa, dan Pegon ke ekosistem digital global serta mengupayakan hal yang sama untuk aksara Sunda, Batak, dan Bugis.

Ia berharap peluncuran Nama Domain Internasional untuk aksara Bali, Jawa, dan Pegon dapat menginspirasi inovasi, meningkatkan literasi budaya, dan membuka berbagai kemungkinan baru bagi tradisi penulisan yang lain.

"Pengakuan teknis terhadap aksara kita merupakan tonggak penting. Namun, ambisi kita yang lebih besar adalah memastikan bahwa tradisi penulisan ini dapat dipelajari, diakses, dan digunakan secara aktif oleh masyarakat," kata Fadli.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, serta belasan sistem tulisan tradisional (Aksara Nusantara).