NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata berupaya mempromosikan atraksi wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kepada para wisatawan melalui kegiatan perjalanan pengenalan yang diikuti oleh agen perjalanan dan operator tur, perwakilan media massa, dan pemengaruh/kreator konten.

Enam peserta acara perjalanan pengenalan ke Labuan Bajo yang dilaksanakan pada 12–16 Oktober 2026 diajak mengunjungi Parapuar, Desa Wisata Wae Rebo, Desa Wisata Todo, Lingko Cara Cancar, De Lawa Coffee, Desa Wisata Wae Lolos, dan Desa Wisata Warloka Pesisir.

Menurut siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Selasa, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk memperkenalkan rute perjalanan wisata darat Flores yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Para peserta acara perjalanan pengenalan ke Labuan Bajo bisa berinteraksi langsung dengan pengelola destinasi, pelaku usaha kecil, komunitas lokal, dan pelaku usaha pariwisata untuk mengenal potensi wisata daratan di daerah itu.

Mereka menikmati panorama alam Flores serta mengikuti aktivitas kebugaran dan yoga saat matahari terbenam di Parapuar.

Di Desa Wisata Wae Rebo, mereka bisa menyaksikan rumah adat Mbaru Niang dan wastra Manggarai, merasakan pengalaman mendaki, melakukan pengamatan bintang, dan menyaksikan pemandangan saat matahari terbit.