Selanjutnya, mereka diajak menelusuri sejarah Kerajaan Manggarai di Desa Wisata Todo, menikmati keunikan lanskap Lingko Cara Cancar, serta mengenal perjalanan kopi Flores mulai dari kebun sampai ke fasilitas pengolahannya di De Lawa Coffee.

Kunjungan ke desa-desa wisata yang lain serta kegiatan ekowisata pesisir dan penanaman mangrove di Warloka Pesisir melengkapi pengalaman mereka selama mengunjungi Labuan Bajo.

Dalam sesi pertemuan bisnis, mereka dipertemukan dengan pelaku industri pariwisata lokal agar bisa menjajaki peluang kerja sama dan merancang paket layanan perjalanan yang mengintegrasikan pengalaman wisata bahari dan daratan Flores.

Acara perjalanan pengenalan ke Labuan Bajo menghasilkan rekomendasi paket layanan perjalanan wisata alternatif ke berbagai destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo, yang diharapkan dapat membuat wisatawan tinggal lebih lama dan belanja lebih banyak selama kunjungan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan bahwa ​​​​Labuan Bajo memiliki potensi wisata alam, bahari, budaya, sejarah, dan kuliner khas Flores.

"Pengembangan wisata daratan membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Flores secara lebih dekat melalui tradisi, cita rasa lokal, dan kehidupan masyarakatnya," katanya.