Menurut dia, pelatihan literasi digital, pemanfaatan AI, dan keamanan siber bagi pejabat tinggi merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pejabat di lingkungan Kementerian Pariwisata.

"Para pimpinan perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk menentukan teknologi yang relevan, memahami bagaimana AI dapat memberikan nilai tambah, serta memastikan berbagai risiko digital dapat dikelola dengan baik," katanya.

Pelatihan bagi pejabat Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan pada 6–7 Oktober 2026 di Gedung Sapta Pesona Jakarta mencakup pembekalan materi dan simulasi berbasis diskusi.

Dalam simulasi, para pejabat tinggi Kementerian Pariwisata dihadapkan pada skenario krisis atau serangan siber untuk melatih kemampuan merespons insiden, mengidentifikasi celah keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.