NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan normalisasi sungai pascabanjir dan menangani longsoran di Kabupaten Aceh Tenggara yang terjadi akibat hujan deras di wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir."Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman," kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.

Banjir di Aceh Tenggara tersebut karena adanya peningkatan debit air di Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga yang mengakibatkan tanggul jebol, dan meluap ke pemukiman warga serta menggenangi lahan pertanian.

Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada tujuh kecamatan dan 13 desa, dengan total 52 kepala keluarga (KK) atau 203 jiwa terdampak.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi. Kondisi air dilaporkan mulai surut, sementara pemantauan dan penanganan di lapangan terus dilakukan.

Dampak kejadian ini meliputi kerusakan dan ancaman terhadap sekitar 50 hektare lahan sawah, tanggul jebol di sejumlah lokasi, serta tumbangnya pohon di ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren.