Selain itu, sejumlah akses penghubung antar kecamatan dan jembatan turut terdampak. Beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui, sementara oprit jembatan Mbarung Datuk–Lawe Sikap mengalami amblesan dan ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung mengalami abrasi sepanjang 50 meter.

Dody menegaskan, Kementerian PU terus memperkuat upaya penanganan bencana hidrometeorologi melalui langkah tanggap darurat dan penyiapan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang.

“Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, Kementerian PU melakukan mobilisasi alat berat untuk mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak.

Pada Senin (26/10), satu unit eskavator dan sandbag dimobilisasi ke Desa Ketambe, dengan dukungan menuju workshop PU Aceh Tenggara. Selanjutnya, hari ini satu unit eskavator dan dua unit dump truck untuk melaksanakan normalisasi Sungai Lawe Kihing.