Kunjungan dilanjutkan ke Modern Agricultural Service Center CNRRI. Di lokasi ini terdapat gedung khusus untuk pengolahan tanah dan pembibitan. Di sebelahnya juga terdapat gedung penggilingan padi.

Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital Yoyo Budianto mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan. Yoyo menyebut Kementerian menggandeng CNRRI untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Papua Selatan.

"Tentunya kami datang ke sini, ke CNRRI, yaitu China National Rice Research Institute, pusat pengembangan padi milik pemerintah Tiongkok, di mana sesuai dengan konsep transformasi transmigrasi yang digagas oleh Bapak Menteri Transmigrasi, kami datang ke sini untuk menindaklanjuti kolaborasi kami dengan CNRRI ini," kata Yoyo di lokasi.

Yoyo menyampaikan bahwa tim CNRRI sebelumnya telah mengunjungi kawasan transmigrasi di Salor, Papua Selatan. Mereka mengambil sampel padi sebagai bahan penelitian.

"Jadi pada bulan Maret tahun ini, CNRRI sudah datang ke kawasan transmigrasi di Papua untuk melakukan penelitian awal terkait bagaimana kondisi padi di sana dan apa yang bisa dikembangkan," ucapnya.

"Nah, hari ini kami atas nama Kementerian Transmigrasi datang ke sini, ke headquarters dari CNRRI untuk melihat secara langsung bagaimana proses penanaman dan pengelolaan padi secara end to end, mulai dari peningkatan kualitas tanah, pembibitan, penanaman, pengelolaan, pemanenan, hingga pascapanennya seperti apa," imbuhnya.

Yoyo menilai CNRRI memanfaatkan teknologi dengan baik dalam pengembangan sektor pertanian. Oleh karena itu, Kementrans menggandeng para peneliti CNRRI untuk menerapkan ilmu tersebut di kawasan transmigrasi.