"Jadi padi ini diteliti, bahkan dikembangkan, ada lebih dari 170 varietas padi yang dikembangkan di sini. Dan salah satunya adalah kita akan coba bagaimana kita bisa berkolaborasi dan juga melakukan alih teknologi nantinya di kawasan transmigrasi, terutama di kawasan Indonesia Timur, sebagaimana arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.

Yoyo menambahkan bahwa hasil kunjungan ini akan dilaporkan kepada Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Ia berharap kolaborasi ini dapat memajukan kawasan transmigrasi di Papua.

"Sehingga para petani nanti di Papua atau di kawasan transmigrasi lain bisa menghasilkan padi yang lebih banyak dan lebih berkualitas dengan jumlah lahan yang ada karena memanfaatkan teknologi dibantu para peneliti," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Transmigrasi sebelumnya telah menerima berbagai masukan dari peneliti China National Rice Research Institute (CNRRI) terkait hasil pengamatan mereka di Kawasan Transmigrasi Salor, Papua Selatan. Masukan tersebut disampaikan tim CNRRI kepada Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat beraudiensi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3).

"Kami terima semua masukan yang disampaikan oleh tim CNRRI. Nanti akan kami tindak lanjuti lebih lanjut. Saya akan bicara juga dengan Duta Besar Tiongkok tentang pengembangan berikutnya. Yang pasti, kami menyiapkan lahannya, kami menyiapkan tenaga kerjanya, kemudian pemerintah Tiongkok membantu dalam konteks permodalan dan teknologinya," kata Menteri Iftitah seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Transmigrasi.

Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti CNRRI memaparkan sejumlah temuan setelah meninjau langsung potensi pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor. Mereka menilai wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian skala luas, khususnya komoditas padi.

"Kami lihat di Papua tanahnya luas, potensinya juga besar. Saya lihat juga ada masyarakat Tiongkok di Papua. Mereka membangun pabrik dan melakukan bisnis di sana, jadi saya yakin ini bisa menjadi bentuk kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Namun, perlu juga dukungan kebijakan dari Pemerintah Indonesia untuk mengundang perusahaan Tiongkok menanamkan modal ke Papua," kata Peneliti CNRRI, Zhonghua Sheng.