NADIKABAR.COM β Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Parluhutan Marpaung mengingatkan generasi muda agar mewaspadai ancaman perang kognitif yang memanfaatkan ruang digital untuk memengaruhi masyarakat.
βPerang kognitif adalah bentuk konflik atau peperangan modern yang kini perlu diwaspadai. Perang kognitif tersebut tidak menggunakan persenjataan sebagaimana perang konvensional, melainkan menargetkan pikiran manusia sebagai medan tempurnya dalam upaya melemahkan suatu bangsa,β katanya dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Minggu.
Parluhutan menyampaikan hal tersebut saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Kader Bela Negara Kadet Republik Indonesia (KKRI) 2026 Tingkat I di Rindam Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar.
Ia menjelaskan, jika perang konvensional menggunakan persenjataan, perang kognitif menyasar pikiran, persepsi, emosi, dan pola pikir masyarakat.
Menurut jenderal bintang satu tersebut, perang kognitif perlu diwaspadai karena berlangsung secara senyap dan sistematis melalui berbagai saluran, terutama ruang digital, termasuk penyebaran berita bohong atau hoaks.