Parluhutan juga mengingatkan bahwa lemahnya literasi digital dapat membuat masyarakat tanpa disadari turut menyebarkan propaganda, salah satunya dengan membagikan informasi yang memancing emosi tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya.
Ia mengajak generasi muda memperkuat literasi digital, mengutamakan pendidikan formal, menghormati orang tua, serta menjauhi segala bentuk kekerasan.
Pelatihan kader bela negara tersebut diikuti 300 peserta dari 61 satuan pendidikan tingkat SMA atau sederajat yang tersebar di 12 kabupaten dan kota di Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan mental, dan kedisiplinan. Kegiatan juga dilengkapi dengan aktivitas luar ruang untuk membangun kerja sama dan kepedulian antarpeserta.