"Silakan berbeda pandangan politik, bahkan mengkritik kebijakan suatu negara dengan keras. Tetapi jangan membawa identitas agama ke dalam olok-olok politik. Apalagi dunia saat ini sedang menghadapi begitu banyak konflik yang membutuhkan sikap saling menghormati," tegasnya.

Sebelumnya, Donald Trump melontarkan lelucon soal popularitas nama 'Mohammad' saat dirinya mengejek kepresidenan Iran. Hal itu dia sampaikan dalam pidatonya di hadapan para pendukungnya pada kampanye pemilu sela.

"Kalian tahu, jika ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, panggil saja 'Mohammad,'" kata Trump dilansir Reuters, Sabtu (17/10).

"Peluangnya benar sekitar 65%. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Tidak pernah salah," imbuhnya.