"KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memantau perkembangan informasi terkini termasuk dari sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan kondisi WNI setempat, serta mengambil langkah pelindungan yang mungkin diperlukan bagi WNI," tuturnya.

Kelompok Houthi Yaman melakukan serangkaian serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, beberapa hari lalu. Sedikitnya dua orang WNI terluka akibat serangan itu.

"Terdapat 2 warga negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026," demikian kata KBRI Riyadh dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Setelah menjalani perawatan, dua orang WNI tersebut telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.