NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan kelompok Houthi Yaman di Arab Saudi. Kemlu meminta WNI tak menyebarluaskan foto atau video terkait serangan.

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl mengatakan kedua WNI yang terluka akibat serangan tersebut telah diperbolehkan pulang. Dia mengatakan pihaknya terus memantau situasi keamanan di Arab Saudi.

"Dapat kami sampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi paska serangan terhadap Bandar Udara di Riyadh," kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, telah diperoleh konfirmasi terdapat 2 WNI yang mengalami luka ringan akibat serangan pada 11 Oktober 2026. Kedua WNI tersebut telah mendapatkan perawatan medis di Riyadh dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama," sambungnya.

Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh terus memantau kondisi para WNI yang berada di Arab Saudi. Dia mengimbau WNI untuk tetap waspada dan menghindari lokasi rawan.

"KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, dan tidak menyebarluaskan foto/video terkait serangan serta mematuhi arahan otoritas setempat," ujarnya.

Dia juga mengimbau WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi untuk memastikan kembali status penerbangan. Selain itu, WNI juga diminta mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

"Berdasarkan informasi terkini dari otoritas di Arab Saudi, penutupan Bandara Internasional King Khalid diperpanjang hingga 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat," ujarnya.

Dia mengatakan KBRI Riyadh juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kondisi WNI di wilayah tersebut. Pemantauan turut dilakukan melalui sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

"KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memantau perkembangan informasi terkini termasuk dari sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan kondisi WNI setempat, serta mengambil langkah pelindungan yang mungkin diperlukan bagi WNI," tuturnya.

Kelompok Houthi Yaman melakukan serangkaian serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, beberapa hari lalu. Sedikitnya dua orang WNI terluka akibat serangan itu.

"Terdapat 2 warga negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026," demikian kata KBRI Riyadh dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Setelah menjalani perawatan, dua orang WNI tersebut telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.