NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri Jepang, Jumat, menyatakan bahwa akses tidak sah ke sistem mereka kemungkinan telah membahayakan sekitar 3.600 data yang berisi informasi pribadi, termasuk nama dan alamat email.
Menurut surat kabar Nikkei, sekitar 900 dari catatan yang terdampak merupakan milik individu di luar kementerian tersebut.
Kementerian mendeteksi pelanggaran keamanan tersebut pada Rabu dan segera mengambil langkah untuk memblokir akses lebih lanjut serta membatalkan kredensial autentikasi.
Investigasi menemukan bahwa informasi pribadi mungkin telah bocor kepada pihak ketiga, meski diyakini tidak ada data yang sangat rahasia yang ikut terdampak.