Serangkaian insiden itu terjadi di tengah maraknya pelanggaran keamanan siber yang menimpa berbagai perusahaan di Jepang.

Menurut data yang dihimpun dari laporan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi pemerintah Jepang, sebagaimana diberitakan oleh The Japan News pada Jumat, informasi pribadi milik sekitar 260 juta orang telah terdampak dalam kurun waktu antara April hingga pertengahan Oktober.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia