NADIKABAR.COM β Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau secara dekat perkembangan situasi wabah Ebola yang menyebar di Kenya dan Republik Demokratik Kongo.
βDalam hal ini, Kemlu RI melalui KBRI Nairobi terus memantau perkembangan situasi wabah Ebola yang menyebar di sana,β kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah saat jumpa pers di Jakarta pada Kamis.
Dia menambahkan saat ini belum terdapat laporan WNI yang terjangkit atau terdampak bencana tersebut.
Direktur di Kemlu RI itu memastikan pihaknya akan terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait perkembangan kasus wabah Ebola.
Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo per Rabu (14/10) menembus angka 9.144 kasus, dengan 4.410 kasus kematian, kata Lembaga Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo (INSP), menurut laporan Sputnik.
Adapun organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) sebelumnya menyatakan situasi kasus penyakit Ebola di Provinsi Kivu Utara semakin tidak terkendali.
Ebola di Kongo mulai mewabah sejak April 2026. Hingga kini, baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi.
Sementara itu, otoritas Kenya pada Selasa (20/10) mengonfirmasi satu kasus tambahan infeksi Ebola sehingga jumlah kasus di negara itu menjadi sembilan, dengan satu kasus kematian, menurut laporan Anadolu.
Otoritas kesehatan Kenya menyatakan semua infeksi masih terbatas pada satu klaster saja, tanpa adanya bukti penularan di luar klaster tersebut.
Pasien terbaru yang merupakan seorang pria berusia 24 tahun itu merupakan kerabat dekat dari pasien kasus pertama yang terkonfirmasi. Pria tersebut dinyatakan positif Ebola pada Senin (19/10) setelah mengalami gejala selama menjalani karantina.