"Kalau kami temukan adanya bukti kuat, maka kami langsung akan menghentikan sebagai penyelenggara. Bagi peserta akan kita alokasikan ke tempat lain," jelas Anwar.

Anwar menegaskan bahwa Kemnaker berkomitmen untuk melaksanakan program magang nasional secara akuntabel. Oleh karena itu, perusahaan yang terlibat pelanggaran akan langsung dikeluarkan sebagai mitra.

"Sejak awal kami sudah sampaikan pelaksanaan program ini diselenggarakan secara akuntabel. Pada saat seleksi penyelenggara, kalau kami terima ada aduan maka akan kita tidak berikan kesempatan atau kita keluarkan," tegas Anwar.

Ia menambahkan, Kemnaker ingin agar magang nasional dikelola sebaik-baiknya untuk menambah keterampilan pekerja Indonesia. Melalui program yang terbuka untuk lulusan baru jenjang sarjana dan diploma, diharapkan serapan tenaga kerja meningkat karena peserta sudah memiliki bekal pengalaman.