NADIKABAR.COM — Pengacara korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret Betrand Peto, ANW, mengungkapkan kondisi kliennya setelah kasus yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya mencuat. ANW disebut kuasa hukum, memilih berhenti bekerja untuk sementara karena menerima banyak serangan dan doxing.
Eddy menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah ANW menerima banyak serangan dan doxing. Sementara korban lainnya, DYP, disebut masih tetap bekerja.
Thulus kemudian menjelaskan kondisi ANW setelah kasus tersebut mencuat. Menurut dia, ANW bahkan disebut sudah tidak lagi memikirkan hubungan dengan circle pertemanannya karena, untuk menjalani aktivitas sehari-hari saja masih merasa tidak nyaman.
"Dia bergaul aja gak lagi setelah kejadian ini. Jadi boro-boro mikirin circle. Beneran. Kita ketemu aja kadang di tempat ramai dia tuh khawatir," ujar Thulus saat ditemui di LPSK, Jakarta, kemarin.