"Klien kami harus menderita dua kali. Pertama dia menderita sebagai korban, yang kedua dia menderita karena keterangannya tidak dipercaya, bahkan dia disalahkan atas peristiwa yang tidak pernah dia kehendaki," ujar Thulus.
Ia menegaskan, ANW memilih berhenti bekerja, bukan diberhentikan oleh tempat kerjanya.
"Jadi untuk menjalani aktivitasnya aja sampai saat ini dia belum bisa kembali ke kehidupan normal. Bahkan dia memutuskan untuk berhenti bekerja untuk sementara. Bukan diberhentikan, ya, dia memilih untuk berhenti bekerja karena dia tidak mau ini berdampak kepada tempat kerjanya atau berdampak kepada aktivitasnya sehari-hari," katanya.