Menurut Mu'ti, aspek karakter penting menjadi pertimbangan karena pendidikan tidak semata-mata bertujuan mencetak peserta didik yang unggul secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang jujur dan berakhlak baik.

Ia mencontohkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kejujuran dibandingkan kecerdasan tanpa disertai integritas.

"Pak Presiden dalam pidato beberapa waktu yang lalu menyampaikan ada orang pintar tapi tidak jujur, lebih baik tidak begitu pintar tapi jujur. Walaupun yang lebih baik adalah pintar dan jujur," ujarnya.