Danang menjelaskan bahwa sebaran abu bisa ke beberapa arah karena pergerakan angin radial, yang menyebar secara tegak atau melingkar. Ini menyebabkan bisa ke segala arah atau ke arah tertentu.

"Ya, faktor angin kan juga ketika terjadi erupsi, kemudian pergerakannya itu kan radial ya. Pergerakannya kan ke segala arah gitu, ke segala arah itu pergerakannya. Cuma persentase yang ke timur, ke barat, ke utara, ke selatan, dan seterusnya itu kan berbeda-beda tergantung dari tadi, kecepatan dan arah angin. Dan arah angin itu kan berubah-ubah," paparnya.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu setinggi 6,09 km yang bergerak ke arah timur laut hingga selatan telah mencapai DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.

Kemudian, sebaran abu setinggi 15 km yang bergerak ke arah barat daya hingga barat laut telah sampai ke Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia.