Sementara itu, studi dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur pada 2014 menemukan bahwa dampak abu bertahan selama berbulan-bulan. Studi yang dipimpin oleh Universitas Colorado Boulder dilakukan dengan pengamatan dunia nyata dan simulasi komputer canggih.

"Yang kami temukan dari letusan ini adalah abu vulkanik dapat bertahan dalam waktu lama," kata Yunqian Zhu, penulis utama studi baru ini dan ilmuwan peneliti di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa (LASP) di CU Boulder.

"Mereka melihat beberapa partikel besar melayang di atmosfer sebulan setelah letusan. Itu tampak seperti abu," imbuh Zhu.