Jika betis mengalami kram, luruskan kaki dan tarik ujung telapak kaki secara perlahan ke arah tubuh. Hentikan jika gerakan justru menambah rasa sakit.

Jika nyeri muncul setelah otot mengalami cedera, bungkus es dengan handuk dan tempelkan pada area yang sakit selama sekitar 15–20 menit. Jangan menempelkan es langsung ke kulit.

Saat beristirahat, letakkan kaki di atas bantal untuk membantu mengurangi pembengkakan akibat cedera.

Minum air secara cukup, terutama setelah berkeringat atau melakukan aktivitas fisik. Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

6. Kembali beraktivitas secara bertahap

Setelah nyeri berkurang, lakukan gerakan ringan sesuai kemampuan. Jangan langsung kembali berolahraga dengan intensitas tinggi sebelum otot pulih.

Sepatu yang sesuai dengan aktivitas dan menopang kaki dapat membantu mengurangi beban berlebihan pada otot betis.

Panduan penanganan cedera otot dari MedlinePlus menyarankan istirahat dan kompres dingin pada beberapa hari pertama. Setelah rasa sakit berkurang, peregangan dan aktivitas ringan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi.

Catatan penting, jangan memijat betis yang tiba-tiba nyeri, membengkak, terasa hangat, atau berubah warna tanpa mengetahui penyebabnya. Gejala tersebut dapat mengarah pada DVT dan membutuhkan pemeriksaan segera.

Kapan nyeri betis harus diperiksakan?

Nyeri betis yang tidak membaik, sering kambuh, atau semakin berat sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis. Pemeriksaan juga diperlukan jika rasa sakit membuat seseorang kesulitan berjalan, menggerakkan kaki, atau menumpu berat badan.

Segera cari pertolongan medis apabila betis mengalami pembengkakan, terasa hangat, nyeri berdenyut, atau berubah warna, terutama jika hanya terjadi pada satu kaki. Gejala tersebut dapat menjadi tanda DVT.

Jika nyeri betis disertai sesak napas, nyeri dada, batuk berdarah, atau pingsan, segera pergi ke instalasi gawat darurat. Kondisi tersebut dapat menandakan emboli paru yang membutuhkan penanganan darurat.

Sementara itu, nyeri betis yang muncul saat berjalan dan berulang kali mereda setelah beristirahat juga perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan gangguan aliran darah.

Pada dasarnya, betis yang terasa nyeri dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kram dan cedera otot hingga gangguan saraf maupun pembuluh darah. Karena itu, jangan hanya berfokus meredakan rasa sakit, tetapi perhatikan juga pola kemunculan dan gejala lain yang menyertainya.

Jika keluhan terus berulang atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.