NADIKABAR.COM — Jerawat yang muncul di wajah memang sering bikin gemas. Apalagi ketika sudah terlihat matang dan rasanya ingin sekali segera dipencet agar cepat hilang.
Namun, kebiasaan tersebut justru bisa membuat kondisi kulit semakin buruk. Memencet atau mengorek jerawat sendiri dapat meningkatkan peradangan, memperbesar risiko infeksi, hingga meninggalkan bekas yang sulit hilang.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebut memencet jerawat dapat membuat jerawat menjadi lebih terlihat, terasa lebih sakit, serta meningkatkan risiko infeksi dan munculnya bekas luka permanen.
Ketika jerawat dipencet, isi jerawat tidak selalu keluar ke permukaan kulit. Tekanan dari jari justru dapat mendorong sebagian isinya lebih dalam ke kulit.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan sehingga jerawat menjadi lebih merah, bengkak dan terasa sakit. Alih-alih cepat hilang, jerawat justru bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada jerawat yang berada cukup dalam, seperti nodul dan kista. Jenis jerawat tersebut memang dapat terasa nyeri dan memiliki risiko lebih besar meninggalkan bekas.
Tangan yang digunakan untuk memencet jerawat tidak selalu dalam kondisi bersih. Bakteri dari tangan atau lingkungan dapat masuk ke kulit yang mengalami luka akibat tekanan atau kuku.
AAD menjelaskan bahwa memencet jerawat sendiri dapat meningkatkan risiko infeksi karena bakteri yang terdapat pada tangan bisa masuk ke area tersebut.