Karena itu, memegang wajah terlalu sering, termasuk sekadar menyentuh atau mengorek jerawat, sebaiknya dihindari.
Salah satu alasan utama untuk tidak memencet jerawat adalah risiko munculnya bekas. Peradangan dan kerusakan kulit akibat kebiasaan mengorek atau memencet dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya jaringan parut.
NHS menyebut kebiasaan memencet atau mengorek jerawat dapat menyebabkan bekas luka permanen. Bekas tersebut dapat berupa cekungan pada kulit atau bentuk jaringan parut lainnya.
AAD juga menjelaskan bahwa memencet, mengorek atau memecahkan jerawat dapat meningkatkan peradangan yang kemudian meningkatkan risiko terbentuknya bekas jerawat.
4. Bisa membuat noda gelap lebih lama
Selain bekas luka, jerawat yang mengalami peradangan dapat meninggalkan perubahan warna pada kulit setelah jerawat mereda. Kondisi ini dikenal sebagai post-inflammatory hyperpigmentation atau hiperpigmentasi pascaperadangan.
Menurut AAD, kebiasaan menyentuh, mengorek atau memencet jerawat dapat membuat jerawat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan meningkatkan risiko munculnya noda gelap.
Noda tersebut berbeda dengan jaringan parut karena biasanya berupa perubahan warna yang rata dengan permukaan kulit. Meski dapat memudar, prosesnya bisa membutuhkan waktu.