Memencet jerawat bukan berarti membuatnya langsung menghilang. Tekanan yang diberikan justru dapat membuat area di sekitarnya semakin meradang.

Akibatnya, jerawat dapat terlihat lebih merah dan menonjol. Pada beberapa kasus, muncul pula jerawat lain di sekitar area yang mengalami peradangan. AAD menyebut kebiasaan memencet dapat memperburuk kondisi jerawat.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Daripada memencet jerawat, biarkan kulit menjalani proses penyembuhan dan gunakan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit. AAD menyarankan untuk tidak menyentuh, mengorek atau memencet jerawat serta menggunakan produk perawatan jerawat yang sesuai.

Untuk jerawat yang terasa dalam dan sakit, jangan mencoba memecahkannya sendiri. AAD menyarankan agar jerawat jenis tersebut tidak dipencet karena dapat meningkatkan risiko infeksi, perubahan warna kulit dan jaringan parut.

Jika jerawat tergolong berat, sering muncul, berupa benjolan dalam yang nyeri, atau mulai meninggalkan banyak bekas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan jerawat sekaligus mengurangi risiko terbentuknya jaringan parut.

Jadi, meski memencet jerawat terasa seperti cara tercepat untuk menghilangkannya, kebiasaan tersebut justru bisa membuat masalah kulit menjadi lebih panjang. Daripada sibuk memencet, lebih baik beri waktu kulit untuk pulih dan gunakan perawatan yang tepat.