NADIKABAR.COM — Pernah mengalami demam lalu tidur dan mendapati mimpi yang terasa jauh lebih aneh dari biasanya? Ceritanya bisa terasa tidak masuk akal, suasananya lebih intens, bahkan terkadang membuat seseorang terbangun dengan perasaan tidak nyaman.
Pengalaman tersebut bukan sekadar kebetulan. Mimpi yang terasa lebih aneh, intens, atau mengganggu ketika seseorang sedang demam dikenal sebagai fever dream. Penelitian menunjukkan bahwa mimpi saat demam cenderung lebih aneh dan bernuansa negatif dibandingkan mimpi yang dialami ketika kondisi tubuh normal.
Fever dream merupakan mimpi yang muncul ketika seseorang sedang mengalami demam. Mimpi ini tidak selalu terjadi pada setiap orang, tetapi ketika muncul biasanya terasa lebih hidup, aneh, dan emosional.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology, peneliti menganalisis 100 laporan mimpi dari orang yang sedang demam. Hasilnya menunjukkan bahwa mimpi tersebut lebih banyak mengandung unsur yang dianggap aneh, bernuansa negatif, serta berkaitan dengan kondisi kesehatan dan sensasi suhu tubuh dibandingkan mimpi biasa.
Beberapa orang bahkan melaporkan perubahan suasana atau bentuk benda yang terasa tidak masuk akal dalam mimpi, misalnya ruangan yang berubah ukuran atau benda yang tampak berbeda dari keadaan sebenarnya.
Kenapa mimpi saat demam terasa lebih aneh?
Sampai sekarang, para peneliti belum memiliki satu penjelasan pasti mengenai penyebab fever dream. Namun, ada beberapa teori yang dapat membantu menjelaskan fenomena tersebut.
Salah satunya berkaitan dengan peningkatan suhu tubuh. Demam terjadi ketika suhu tubuh meningkat sebagai bagian dari respons tubuh terhadap penyakit atau infeksi. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi tidur dan fungsi kognitif.
Peneliti menduga peningkatan suhu tubuh dapat memengaruhi cara otak memproses informasi ketika tidur sehingga pengalaman bermimpi menjadi lebih tidak biasa. Namun, hubungan langsung antara suhu tubuh dan isi mimpi masih terus diteliti.
Selain itu, kondisi sakit juga dapat masuk ke dalam pengalaman mimpi. Ketika sedang demam, seseorang mungkin merasa panas, menggigil, lemas, mengalami sakit kepala, atau merasakan ketidaknyamanan lainnya.
Sensasi tersebut dapat ikut tercermin dalam mimpi. Penelitian mengenai fever dream menemukan bahwa mimpi ketika demam lebih sering memuat unsur kesehatan dan persepsi terhadap suhu dibandingkan mimpi biasa.
Faktor lainnya adalah perubahan pola tidur. Demam dapat mengganggu kualitas dan struktur tidur, termasuk tidur REM (rapid eye movement), yaitu salah satu fase tidur ketika mimpi yang lebih hidup dan kompleks sering terjadi.
Gangguan atau perubahan pada fase tidur tersebut diduga ikut memengaruhi pengalaman bermimpi. Karena tidur ketika sedang sakit bisa menjadi lebih terfragmentasi, seseorang juga mungkin lebih sering terbangun dan akhirnya lebih mudah mengingat mimpi yang baru saja dialami.
Dalam kondisi normal, seseorang sebenarnya juga mengalami mimpi sepanjang malam, tetapi tidak selalu mengingatnya setelah bangun. Mimpi yang terasa sangat jelas atau seseorang terbangun tidak lama setelah bermimpi dapat membuat isi mimpi lebih mudah diingat.