NADIKABAR.COM — Pernah bertemu seseorang yang sebenarnya sudah beberapa kali berpapasan, lalu begitu melihat wajahnya kita langsung merasa familiar? Namun, ketika ingin menyebut namanya, mendadak otak seperti berhenti bekerja.
Situasi semacam ini cukup umum terjadi. Anda bisa mengingat wajah, gaya rambut, suara, bahkan tempat pertama kali bertemu seseorang, tetapi nama orang tersebut justru menghilang entah ke mana.
Ternyata, ada alasan mengapa otak manusia cenderung lebih mudah mengenali wajah dibandingkan mengingat nama.
Wajah merupakan salah satu informasi visual yang sangat penting dalam kehidupan sosial manusia. Sejak kecil, manusia terbiasa mengenali orang lain melalui wajah. Karena itu, otak memiliki jaringan yang berperan khusus dalam memproses informasi wajah.
Salah satu bagian yang banyak diteliti adalah fusiform gyrus, terutama area yang dikenal sebagai fusiform face area atau FFA. Bagian ini berkaitan dengan pemrosesan dan pengenalan wajah.
Penelitian menggunakan pencitraan otak menunjukkan bahwa proses mengingat pasangan wajah dan nama melibatkan sejumlah wilayah otak, termasuk fusiform gyrus dan hippocampus. Fusiform berperan dalam pemrosesan informasi visual wajah, sementara hippocampus berperan penting dalam proses pembentukan dan pengambilan memori.
Itu sebabnya, ketika bertemu seseorang yang pernah Anda kenal, wajahnya bisa terasa tidak asing meskipun nama orang tersebut belum muncul di kepala.