Bagi mereka yang menganggap krisis iklim sebagai persoalan paling mendesak, penggunaan bahan bakar fosil harus dihentikan sesegera mungkin. Namun bagi mereka yang paling mencemaskan harga energi, hanya mengandalkan sumber energi terbarukan justru akan membuat harga naik tanpa alasan yang perlu.

Keyakinan bahwa seorang politisi kompeten dan bersedia menangani tantangan besar—dan bertindak untuk mengatasinya—merupakan faktor penting yang menentukan seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

Namun itulah pula yang membuat berbagai krisis yang berkelindan sulit ditangani. Apa pun masalah yang dipilih politisi untuk diselesaikan lebih dulu, sebagian masyarakat akan tetap merasa kecewa.

"Polikrisis membuat politisi kesulitan bertindak. Akibatnya, kepercayaan masyarakat bahwa politisi mampu menyelesaikan persoalan yang penting bagi mereka pun berkurang," kata Walther.

Partai-partai ekstrem kanan, menurut Walther, justru berusaha "memuaskan masyarakat dengan memberikan jawaban-jawaban sederhana atas persoalan yang kompleks".

Hal itu membuat orang percaya bahwa politisi ekstrem mampu menyelesaikan masalah mereka—yang pada gilirannya semakin memperlebar polarisasi.

Namun, menurut Walther, politisi dari partai-partai demokratis dapat belajar dari penelitian klinis untuk menghadapi dilema tersebut.

"Ketika seseorang merasa sakit dan pergi ke dokter, penting bagi dokter untuk mengenali rasa sakit yang dialami pasien," katanya.

Bahkan jika dokter tidak dapat segera menyelesaikan masalah dan menghilangkan rasa sakit itu, menunjukkan bahwa dia menganggap serius persoalan dan pasiennya tetap penting. Hal yang sama berlaku bagi politisi.

"Mereka harus menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pekerjaan sehari-hari," kata Walther. "Orang ingin dilihat, sehingga penting bagi politisi untuk menunjukkan bahwa mereka melihat dan memahami persoalan yang mereka hadapi."

Entah dokter yang gagal menangani pasien atau politisi yang gagal menjawab harapan pemilih, pasien dan pemilih kemungkinan akan berteriak—dan itulah sinyal yang dapat dibaca semua orang.

Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris