Laporan Mahkamah Audit Prancis mencatat sekitar 9 persen jam pelajaran di college negeri pada tahun ajaran 2023/2024 tidak terlaksana. Penelitian yang menelaah tahun ajaran 2024/2025 juga menunjukkan hanya sekitar 12 persen jam pelajaran yang batal secara mendadak berhasil digantikan oleh guru lain.
Rendahnya gaji guru juga dianggap sebagai salah satu akar masalah. Data OECD menunjukkan bahwa guru college di Prancis, setelah 15 tahun bekerja, hanya menerima sekitar setengah dari pendapatan rekan-rekan mereka di Jerman.
Prancis selama ini membanggakan model sekolah republikannya, yang menjanjikan kesempatan yang sama bagi setiap anak tanpa memandang latar belakang keluarga.
Namun kenyataannya, keberhasilan pendidikan di Prancis kini sangat dipengaruhi status sosial orang tua. Salah satu indikatornya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu lebih sering terdampak oleh pembatalan jam pelajaran.
Ruang fiskal pemerintah untuk memperbaiki keadaan juga terbatas karena kondisi keuangan negara yang sedang tertekan. Rancangan anggaran 2027 memang menambah dana sekitar 1,2 miliar euro untuk Kementerian Pendidikan. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga berencana memangkas jumlah guru dengan alasan jumlah murid terus menurun.
Di media sosial, yang beredar kini bukan lagi sekadar video gedung sekolah reyot. Banyak pula rekaman demonstrasi yang menampilkan bendera Palestina serta slogan-slogan politik yang hanya sedikit berkaitan dengan isu pendidikan. Video lain memperlihatkan barikade terbakar dan bentrokan dengan polisi.
Partai kiri radikal La France insoumise (LFI) terlihat paling aktif mendekati gerakan protes siswa. Para anggota parlemennya hadir dalam aksi blokade sekolah dan turut menyebarkan video terkait demonstrasi.
Pemerintah menuding LFI sengaja memanfaatkan kemarahan para siswa untuk kepentingan politik. Partai tersebut membantah tuduhan itu.
Enam bulan menjelang pemilihan presiden Prancis, protes terhadap buruknya kondisi pendidikan telah berubah menjadi arena pertarungan politik antara berbagai kubu yang berebut pengaruh.
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman