NADIKABAR.COM — Beberapa restoran punya peraturan ketat soal pemesanan makanan. Pelanggan yang datang tidak diperbolehkan hanya pesan satu makanan lalu membaginya (sharing). Kenapa ya?
Ketika makan di restoran bersama rombongan, kamu mungkin sering memesan hanya satu makanan lalu menikmatinya bersama-sama. Sebenarnya hal ini wajar, terutama jika datang ke restoran dalam keadaan perut yang tidak terlalu lapar.
Selama tahu cara berbagi makanan dengan sopan, pihak restoran juga tidak akan keberatan. Kecuali, jika memang pihak restoran memiliki aturan larangan untuk berbagi atau no sharing rules.
Beberapa restoran menerapkan sistem ini yang artinya pelanggan tidak boleh berbagi satu porsi makanan atau minuman dengan orang lain di meja yang sama. Pihak restoran mewajibkan setiap pelanggan memesan satu menu atau satu porsi untuk sendiri.
Dilansir dari thetakeout.com (28/12/2023) sebuah laporan tahun 2022 dari Datassential menemukan jika 21% pelanggan mengungkap mereka telah membagi hidangan utama untuk menurunkan biaya makan selama enam bulan. 58% pelanggan juga menyatakan akan terus melakukan sistem pemesanan ini.
Aturan 'no sharing rules' menuai kontroversi di kalangan pelanggan. Jika sebuah restoran langsung melarang praktik berbagi makanan hidangan utama, pelanggan pasti tidak akan senang. Oleh karena itu, banyak bisnis kuliner menerapkan berbagai strategi untuk tetap menerapkan aturan ini.
Pihak restoran juga sebenarnya punya tujuan tersendiri menerapkan no sharing rules. Dilansir dari Tasting Table (12/9), berikut alasan dan cara restoran menerapkan sistem tersebut.
Sebenarnya bukan rahasia lagi sejumlah restoran menggunakan trik ini untuk membuat pelanggan menghabiskan lebih banyak uang. Trik ini menjadi lebih menonjol dalam beberapa tahun terakhir karena bisnis restoran terus mengalami penurunan keuntungan.