Jelas aturan ini bisa membuat perubahan keuntungan. Semakin sedikit hidangan yang dipesan setiap meja, maka uang yang dihasilkan restoran juga akan semakin sedikit. Restoran pun menjadi sulit menutupi biaya modal mereka, yang akhirnya akan terpaksa menaikkan harga supaya bisnis tersebut tetap beroperasi. Adanya aturan ini dapat memastikan setiap pelanggan membayar bagiannya.

Pelanggan di media sosial juga kerap melaporkan bahwa sebagian besar dari mereka menemukan larangan berbagi makanan di restoran fine dining atau restoran kelas atas.

Bukan tanpa alasan, peraturan ini diterapkan karena secara fundamental, berbagi makanan akan mengubah cita rasa hidangan yang telah diracik, disajikan, dan diporsikan dengan cermat untuk satu orang.

Jika restoran sangat memperhatikan kualitas makanananya, mungkin mereka akan menambahkan biaya tambahan karena artinya mereka perlu mengubah desain yang telah dirancang secara cermat. Namun, ada juga restoran yang memang sejak awal memberitahu pelanggan bahwa mereka tidak diperbolehkan berbagi.

Beberapa restoran menemukan tantangan tersendiri, terutama ketika menyangkut rombongan besar.

Anne McBride, wakil presiden program di James Beard Foundation mengatakan kepada WSJ bahwa banyak rombongan pelanggan datang ke restoran dan berbagi menu makanan, tetapi berlama-lama, dan tidak memesan alkohol.

Pada akhirnya, hal tersebut dianggap mempersulit restoran menutupi pengeluaran. Sebab, hidangan utama individual, penjualan alkohol, dan perputaran pelanggan adalah cara utama restoran meningkatkan margin keuntungan mereka.

Memberitahu pelanggan secara langsung terkait adanya larangan berbagi hidangan mungkin akan membuat pelanggan mundur dari restoran tersebut. Jadi, banyak yang menerapkan trik khusus, salah satunya dengan memasukkan biaya tambahan kecil dalam tagihan.