Menghentikan kebiasaan menggigit kuku membutuhkan kesadaran terhadap pemicu dan latihan secara bertahap. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Perhatikan kapan kebiasaan menggigit kuku paling sering muncul, misalnya ketika sedang gugup, menghadapi pekerjaan, menunggu sesuatu, atau merasa bosan.
2. Alihkan perhatian dengan aktivitas lain
Ketika muncul dorongan menggigit kuku, coba remas bola stres, gunakan mainan kecil untuk tangan, atau lakukan aktivitas sederhana yang membuat tangan tetap sibuk.
Menjaga kuku tetap pendek dan rapi dapat mengurangi bagian kuku yang mudah digigit. Perhatikan pula kulit di sekitar kuku agar tidak muncul bagian kasar yang memicu keinginan menggigit.
4. Gunakan cat kuku dengan rasa pahit
Produk khusus dengan rasa pahit dapat membantu mengingatkan seseorang ketika tangannya mulai mendekati mulut.
5. Kelola stres dengan cara yang lebih sehat
Aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi, menulis jurnal, dan tidur cukup dapat membantu mengelola ketegangan yang menjadi salah satu pemicu kebiasaan tersebut.
6. Lakukan perubahan secara bertahap
Jika sulit menghentikan kebiasaan sekaligus, mulailah dengan mengurangi frekuensi menggigit kuku. Berikan apresiasi terhadap kemajuan kecil yang berhasil dicapai.
7. Pertimbangkan bantuan profesional
Jika kebiasaan sulit dikendalikan hingga menyebabkan luka atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan psikolog atau tenaga kesehatan. Terapi perilaku kognitif, khususnya habit reversal training, dapat membantu mengenali pemicu dan mengganti kebiasaan tersebut dengan respons yang lebih sehat.
Kapan kebiasaan menggigit kuku perlu diperiksakan?
Tidak semua orang yang menggigit kuku membutuhkan penanganan psikologis. Namun, bantuan profesional sebaiknya dipertimbangkan jika kebiasaan tersebut terus berulang meskipun sudah berusaha dihentikan.
Perhatikan pula apabila kuku sering berdarah, kulit di sekitar jari mengalami infeksi, atau muncul rasa cemas dan malu yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jika kebiasaan menggigit kuku berkaitan dengan kecemasan yang berat, pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah psikologis lain yang perlu ditangani.
Dengan demikian, menggigit kuku saat cemas dapat menjadi respons tubuh untuk mencari rasa nyaman sementara. Namun, ketika perilaku tersebut mulai sulit dikendalikan dan menimbulkan kerusakan fisik, penting untuk mengenali pemicunya serta mencari cara penanganan yang tepat.