Salah satu kemungkinan adalah orang tersebut memang sudah terpapar virus sebelum kehujanan.
Infeksi saluran pernapasan seperti flu dan pilek disebabkan oleh virus, bukan karena air hujan. Virus dapat menyebar melalui percikan dari orang yang terinfeksi atau melalui tangan dan permukaan yang kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.
Gejala infeksi juga tidak selalu muncul seketika setelah seseorang tertular.
Pada pilek, misalnya, gejala umumnya baru muncul sekitar satu sampai tiga hari setelah seseorang terpapar virus. Karena itu, waktu munculnya gejala setelah kehujanan bisa membuat keduanya terlihat seperti memiliki hubungan langsung, padahal proses infeksinya mungkin sudah berlangsung sebelumnya.
Cuaca dingin bisa ikut mempengaruhi kondisi tubuh
Meski tidak menyebabkan pilek atau demam secara langsung, kondisi dingin dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa udara dingin sendiri tidak menyebabkan pilek. Namun, pada sebagian kondisi, paparan suhu dingin dapat memengaruhi respons tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.