Selain itu, perubahan cuaca dapat beriringan dengan perubahan pola aktivitas dan paparan terhadap virus. Ketika banyak orang berkumpul di ruangan tertutup, misalnya, peluang terpapar virus pernapasan dapat meningkat.

Jadi, bukan air hujannya yang "membawa demam", melainkan infeksi yang mungkin terjadi bersamaan dengan kondisi tubuh setelah kehujanan.

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah kehujanan?

Kalau baru saja kehujanan, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah segera mengganti pakaian yang basah, mengeringkan tubuh, beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan.

Jika kemudian muncul gejala seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan atau demam, perhatikan perkembangannya. Kebanyakan infeksi saluran pernapasan ringan dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana di rumah.

Namun, jika demam tidak membaik, semakin tinggi, berlangsung beberapa hari, atau disertai sesak napas maupun kondisi yang semakin memburuk, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Jadi, anggapan bahwa "kehujanan bikin demam" sebenarnya perlu diluruskan. Kehujanan bisa membuat tubuh kedinginan dan tidak nyaman, tetapi demam biasanya merupakan tanda adanya proses lain, terutama infeksi.