Selain itu, seseorang yang semakin jarang menulis dengan tangan juga bisa mengalami perubahan gaya. Di tengah penggunaan komputer dan ponsel yang semakin dominan, aktivitas menulis tangan mungkin tidak lagi sesering ketika seseorang masih bersekolah.

Usia ikut mempengaruhi gerakan tangan

Faktor usia juga dapat berperan dalam perubahan tanda tangan, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Penelitian terhadap orang berusia 60 hingga 91 tahun menemukan bahwa pertambahan usia berkaitan dengan perubahan pada gerakan saat membuat tanda tangan. Kecepatan dan ukuran gerakan pena cenderung menurun, sementara durasi gerakan dan ketidakteraturan gerakan meningkat. Tekanan pena juga cenderung berkurang.

Dengan kata lain, perubahan tanda tangan tidak selalu berarti seseorang sengaja mengganti identitas tanda tangannya. Bisa saja perubahan tersebut merupakan hasil dari perubahan kemampuan motorik yang terjadi secara perlahan.

Tanda tangan bisa "bergeser" sedikit demi sedikit

Menariknya, perubahan tanda tangan tidak selalu terjadi secara drastis. Dalam penelitian terhadap tanda tangan dinamis yang dikumpulkan selama 18 bulan, peneliti menemukan adanya kecenderungan tanda tangan tetap relatif stabil, tetapi juga mengalami perubahan kecil atau "drift" dari waktu ke waktu.

Hal ini mirip dengan kebiasaan seseorang dalam menulis. Bentuk dasarnya mungkin masih mudah dikenali, tetapi detail-detail kecil dapat berubah tanpa disadari.

Misalnya, seseorang yang dulu membuat tanda tangan dengan banyak lekukan mungkin perlahan membuatnya lebih sederhana karena terbiasa menandatangani banyak dokumen. Ada pula yang awalnya menulis cukup besar, kemudian ukurannya mengecil karena gerakan tangan menjadi lebih cepat atau kebiasaan menulis berubah.